Mahasiswa Ingatkan Kejari Soal Kasus Korupsi

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Sekira sepuluh aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban, Jawa Timur, melakukan demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi yang jatuh pada 9 Desember besuk, Senin (8/12/2014).

Tujuan aksi ini untuk mengingatkan kepada korps Adhiyaksa terkait beberapa dugaan kasus korupsi di Tuban.

“Kita ingin mengingatkan beberapa dugaan kasus korupsi di Tuban yang masih ngambang,” tegas Ketua PC PMII Tuban, Fatkhurrahman, kepada Suarabanyuurip.com.

Dalam aksinya, para aktivis mengatakan supremasi hukum di Tuban lemah. Karena banyak kasus korupsi dan dugaan pungutan liar (pungli) yang masih terbengkalai sampai sekarang.

“Kami menganggap Kejari Tuban lelet dan tidak kritis dalam menangani beragam kasus korupsi di bumi wali ini,” kata Wawan, aktivis PMII lainnya.

Beberapa kasus yang menjadi catatan mereka dan disuarakan dalam aksi demonstrasi, adalah adanya dugaan korupsi dalam pembangunan RSUD Tuban, penuntasan penyelidikan pembangunan pasar di Kecamatan Plumpang. Kemudian dugaan Pungli di Kementerian Agama (Kemenag), penyuapan PNS, dan juga kasus korupsi SMAN Senori Tuban.

Baca Juga :   Scoopy Kontra Suzuki Nex di Mojoranu Bojonegoro, Empat Orang Terluka

“Kami meminta supremasi hukum ditegakkan, serta menyelesaikan kasus-kasus dugaan korupsi yang saat ini masih ngambang,” tndas Wawan.

Dalam aksinya mereka memberikan buah pisang kepada perwakilan Kajari Tuban. Ketika ditanya, ini merupakan simbol suplemen untuk Kajari menyelesaikan permasalahan hukum di Tuban.

Kasi Intel Kajari Tuban, Made Indra, menyebut kalau pihaknya sudah berupaya maksimal menegakkan supremasi hukum di Tuban. Dia juga mengatakan kalu sudah banyak kasus korupsi yang telah diselesaikan selama ini.

“Kalau untuk dugaan kasus korupsi Pasar Plumpang kita masih memeriksa saksi ahli dari akademisi untuk menghitung secara pasti berapa kerugian negara,” kata Made Indra.

Made meminta kepada para aktivis untuk ikut membantu Kajari dengan cara memberikan laporan dugaan kasus korupsi yang ada.

“Kita tidak mungkin memberantas korupsi sendirian, kecuali dengan bantuan dari semua pihak termasuk mahasiswa,” tandasnya.(edp)

 

/p

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *