SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Musim hujan yang mulai mengguyur lokasi ladang migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur sejak bulan Nopember perlu segera diantisipasi oleh operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), maupun kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction (EPC). Salah satunya adalah saluran air yang ada disekitar lokasi proyek EPC-5.
Kepala Desa (Kades) Gayam, Kecamatan Gayam, Winto, mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya dampak air hujan yang merusak lahan pertanian warga yang ada di sekitar proyek EPC. Oleh karena itu MCL maupun kontraktornya segera memperbaiki saluran air di sekitarnya agar bisa mengalirkan air secara lancar.
“Curah hujan saat ini sudah mulai meningkat. Jadi perlu diperhatikan saluran air yang ada disekitar proyek. Agar, tidak merusak lahan pertanian warga. Seperti yang terjadi di lahan pertanian warga Gayam dibawah embung EPC-5 yang telah rusak akibat jebolnya tanggul dan embung, karena tidak mampu menampung debet air hujan,” ungkap Winto kepada Suarabanyuurip.com, Senin (08/12/2014).
Dia jelaskan, ada solusi yang bisa dilakukan oleh EMCL, yaitu memperbaiki saluran air yang sudah ada di sekitar tanggul dan embung EPC-5. Sehingga, air tidak semuanya masuk di embung tetapi juga bisa dialirkan melalui saluran air yang ada disekitarnya.Â
“Sudah ada saluran air yang harus dibenahi untuk mengalirkan air dari dalam proyek, dan kemudian dialirkan menuju di Sungai Kaliglonggong. Ini yang harus segera dilakukan EMCL agar dampaknya air tidak terlalu merusak lahan dan tanaman pertanian warga yang ada disekitarnya,” jelas Winto.
“Tidak hanya memberikan ganti untung kepada warga yang lahan pertaniannya yang rusak saja. Kendati, saluran air juga perlu diperbaiki. Karena, dengan cara saluran air diperbaiki setidaknya juga bisa meminimalisir dampak kerusakan lahan pertanian warga,” imbuhnya menerangkan.
Terpisah Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya ketika dimintai tanggapan melalui pesan pendek, senin (08/12/2014) terkait dengan solusi yang dijelaskan Kades Gayam tersebut hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (sam)