Pengangguran di Ring 1 Banyuurip Masih Tinggi

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Berlangsungnya proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering, Procurement and Constructions/EPC) – 1 dan 5 Banyuurip, Blok Cepu, tampaknya, belum mampu mengurangi pengangguran secara maksimal di desa-desa terdampak. Di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, penganggurannya masih relatif tinggi.

“Dari sekitar 245 pemuda usia produktif di sini, saya kira baru 35 pemuda yang sudah bekerja,” kata Kepala Desa Ngraho, Samad, kepada suarabanyuurip.com, Senin (8/12/2014).

Menurut dia, kurang maksimalnya penyerapan tenaga kerja di wilayahnya karena minimnya komunikasi antara kontraktor atau subkontraktor proyek EPC Banyuurip dengan pemerintah desa.

“Kurang komunikasi saja,” imbuhnya.

Samad  menambahkan, pihak desa hanya sebatas dimintai rekomendasi. Persoalan ini pula yang sebagian dihadapi oleh pemerintah desa yang baru. Khususnya yang tergabung dalam paguyuban kepala desa sekitar proyek Banyuurip.

Padahal, lanjut dia, juga desa memiliki tanggung jawab terhadap persoalan sosial di lingkungan proyek.
“Kita hanya dimintai rekomendasi saja,” paparnya.(roz)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *