SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di sumur Tiung Biru (TBR) yang dioperatori oleh Pertamina EP Asset 4.
“Tujuannya agar teguran yang kami layangkan kepada Pertamina benar-benar diperhatikan dan dijalankan,†tegas Ketua Komisi A, Sugeng Hari Anggoro.
Menurutnya, bau menyengat yang berasal dari lokasi sumur TBR A, B, dan C jangan dianggap remeh meskipun Pertamina EP Asset 4 telah menggandeng BLH. Harus ada upaya atau tindak lanjut agar bau tersebut tidak terus menerus menyerang warga setiap harinya.
“Kami saja yang lewat sudah tidak tahan, apalagi masyarakat yang tinggal di dekat pengeboran,†tukasnya.
Selain itu, terkait road tank yang dipergunakan untuk mengangkut minyak mentah juga tidak ada kejelasan berapa jumlahnya dan kapasitas pengangkutan. Transportasi minyak yang dilakukan setiap hari, juga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.
“Kami ingin operator itu tidak hanya memikirkan target produksi saja, tapi juga dampak dari kegiatan eksploitasinya,†tegas politisi asal PAN ini.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, menyatakan tidak percaya dengan BLH saat melakukan uji kandungan bau yang dihasilkan dari produksi di Sumur Tiung Biru. Oleh sebab itu, akan melakukan uji kandungan pada gas dengan menggandeng instansi yang lebih berkualitas lagi.
“Saya yakin, bau yang menyengat tersebut tetap memberikan dampak berbahaya bagi masyarakat sekitar,†tegasnya.
Anam juga meminta Pertamina EP Asset 4 untuk melakukan simulasi kepada masyarakat terhadap potensi bencana yang terjadi seperti blow out, kebocoran gas, dan bencana lainnya. Hal ini sangat perlu, karena potensi-potensi bencana tersebut bisa saja terjadi dan membahayakan masyarakat sekitar. (rien)