Kisah Penyuling Solar Tradisional Wonocolo

PENYULINGAN solar tradisional di Wilayah Wonocolo, Kecamatan Kedewan,  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi salah satu profesi di tengah aktivitas penambangan sumur tua. Dengan bermodal tungku dari tanah, dan drum sebagai tempat untuk memasak minyak mentah (lantung) menjadi solar.

Harwadi (50), warga Kedewan yang saat ini melakoni profesi tersebut menuturkan, selama empat tahun pihaknya telah melakoni usahanya itu. “Empat tahun lalu saya sudah menyuling solar di sini, sebelum banyak aktifitas penambangan,” kata pria 50 tahun ini, yang menjelaskan bahwa saat itu hutan masih lebat.

Pada Rabu (10/12/2014) sekitar pukul 11 siang, pria itu mulai memasukkan lantung pada tungku yang telah disiapkan. “Ini agak telat, Mas. Biasanya pagi sudah mulai masak. Kebetulan kayunya telat,” tuturnya sembari menuangkan lantung pada tungku.

Harwadi mengaku, selama dirinya melakoni profesinya itu, belum pernah mengalami kesulitan untuk mendapat lantung. “Untuk beberapa bulan ini agak sulit untuk memperoleh lantung untuk dimasak, harganya juga mahal.” jelasnya.

Untuk mendapatkan 1 drum lantung yang berisi 200 liter lebih, dia harus merogoh kocek sebesar Rp850.000. Dari 1 drum tersebut dia olah menjadi solar 6 gembes (jerigen ukuran 35 liter).

Baca Juga :   Vendor Lokal Minta Pelunasan Proyek Blok Cepu

Dari hasil olahannya itu,  Harwadi menjualnya dengan harga Rp1.100.000. Akan tetapi, apabila ada tengkulak yang ingin membeli, dia mematok harga Rp1.350.000, sampai lokasi pembeli.

“Itu untuk harga sampai wilayah Blora, diantar sampai tujuan,” jelasnya.

Untuk saat ini, dia tidak lagi melayani pembelian dari luar. Tapi hanya melayani untuk mesin penggerak pompa minyak. “Ada tiga titik yang menggunakan solar dari sini,” katanya.

Di menuturkan, solar sejenis di areal pegunungan Wonocolo harganya seiring dengan sulit dan mahalnya lantung. Kalau untuk mendapatkannya harus pesan dulu.

“Kalau mau beli, ya harus pesan dulu,” ujar Harwadi. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *