SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pengukuran lahan untuk kepentingan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di sejumlah desa di Kecamatan Tambakrejo dan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah selesai dilakukan tim pengadaan lahan beberapa bulan lalu.
Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda pembebasan lahan akan dilakukan tim pengadaan lahan dan operator, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).
“Setelah pengukuran, belum ada lagi tim yang datang kesini,” kata Kepala Dusun (Kasun) Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kariyono, Rabu (10/12/2014).
Menurut dia, dengan belum adanya kejelasan pembebasan lahan terutama standart harga, membuat pemilik lahan resah. “Pemilik lahan ada yang mematok harga per meter Rp350.000, bahkan ada juga yang Rp500.000 per meternya,” ujar Kariyono.
Ia berharap, baik BPN, tim pengadaan lahan maupun PEPC untuk segera menentukan kejelasan harga lahan agar tidak muncul spekulasi ditengah-tengah warga pemilik lahan.
“Kami siap membantu permasalahan yang ada,” tegas Kariyono.
Terpisah, Juru Bicara PEPC, Abdul Malik ketika dionfirmasi terkait kepastian pembebasan lahan maupun harga, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)