SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Surabaya – Media memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan hulu migas di tanah air yang dilaksanakan kontrktor kontrak kerja sama (K3S). Namun begitu, media juga harus memberikan kontrol kepada K3S apabila dalam melakukan kegiatan melenceng dari aturan.
Demikian disampaikan Direktur Media Indonesia (MI), Usman Kansong, saat menjadi nara sumber Media Edutainment and Field Visit yang dilaksanakan operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – PetrChina East Java (JOB P-PEJ), Rabu (10/12/2014) kemarin.
Menurut Umar, kerja keras K3S, termasuk JOB PPEJÂ untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi pada sumur-sumur yang mereka kelola layak mendapat dukungan, termasuk dari media.
“Kita harus mendukung kerja keras teman-teman JOB PPEJ meningkatkan produksi migas dari lapangan Sukowati dan Mudi. Tentu saja jika ada K3S yang melenceng juga perlu diingatkan. Tetapi tolong kritik itu tidak dilandasi niat buruk, tetapi untuk kemajuan bersama,” katanya
Dia mengatakan, sekira 50% lapangan migas yang dikelola K3S merupakan lapangan yang sudah berumur tua karena diproduksi sekira tahun 1970-an. Lapangan migas seperti itu secara alamiah mengalami penurunan produksi.
Usaha peningkatan produksi migas nasional, lanjut Umar, dalam janga panjang sangat bergantung pada adanya temuan cadangan migas baru, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Potensinya ada di Indonesia Timur, sebagian di laut dalam. Ini membuat industri migas kedepan akan kian padat modal, lebih besar lagi risikonya dan membutuhkan teknologi lebih tinggi,” pungkas Usman.(rien)