SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Liimited (EMCL) dan kontraktornya untuk ikut mendukung program penyuluhan kesehatan kepada warga sekitar proyek Banyuurip. Â
Hal ini menyusul adanya salah satu warga RT5/RW3 Desa Begadon yang terserangan penyakit dengan gejala menyerupai demam berdarah (DBD).
Kepala Puskesmas Gayam, dr. Joko Sulistyo, meminta kepada perusahaan yang terlibat dalam pengerjaan di project Banyuurip untuk ikut memberikan support dalam mengantisipasi penyebaran penyakit DBD yang kini menyerang warga sekitar.
“Saya harapkan baik EMCL, Tripatra, Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind) kontraktor pelaksana proyek Enginnering Procuremen and Construktion (EPC)-1, 5 untuk mensupport program penyuluhan kesehatan, pembagian bubuk abate, dan jika diperlukan pengasapan bagi yang daerah endemis dan positif kasus DBD. Serta membantu memotivasi warga dlm program kerja bakti massal,” kata dr Joko Sulistyo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (13/12/2014).
Selain itu, Joko juga menyarankan, agar perusahaan memberikan pelatihan kepada juru pemantau jentik (jumantik), dan pembekalan alat-alat pembasi jentiik nyamuk Aedes Aegepty.
Dihubungi terpisah, Field Public and Government Manager Affairs EMCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, EMCL selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro untuk berkontribusi dalam kegiatan pengasapan (fogging) yang dilaksanakan berdasarkan informasi, dan hasil temuan.
“Koordinasi dengan Dinkes ini untuk mengetahui secara pasti ada tidaknya kasus DBD di desa- desa dalam wilayah operasi kami,” sambung Rexy.
Rexy menegaskan, EMCL senantiasa mendukung program Dinkes. Di mana saat ini sedang melakukan koordinasi untuk memberiikan kontribusi pengasapan di RT5, RW 3 Desa Begadon.(sam)