SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Moving (pengangkutan) alat berat menuju Lapangan Migas Sukowati Pad B, oleh PT COSL dihentikan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (13/12/2014). Penyebabnya ada beberapa kesepakatan yang belum direalisasikan operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) sampai hari ini.
Akiibat penghadangan itu, beberapa truk trailer pengangkut logiistik pengeboran Pad B tak dapat masuk lokasi Pad B. Truk-truk itu diparkirkan tak jauh dari lokasii pemboran.
“Dari enam tuntutan, tinggal tiga yang masih dinanti warga,†tegas anggota BPD Desa Ngampel, Sudirman, kepada Suarabanyuurip, Sabtu (13/12/2014).
Dia menyampaikan, sebelum tuntutan tersebut di realisasikan oleh JOB P-PEJ, maka kegiatan moving di Pad B yang dilakukan oleh PT COSL selaku kontraktor tidak diperbolehkan berjalan.
Pemuda 29 tahun ini menyatakan, meskipun JOB P-PEJ akan melakukan pertemuan di Balai Desa Ngampel nanti malam, namun masyarakat bersikukuh tidak mengijinkan ada kegiatan apapun sekarang ini.
“Tuntutan yang belum direalisasikan diantaranya tali asih program 6 bulan sekali Rp25 juta, program CSR tahun 2014, dan sabuk hijau,” ujar Sudirman, mengungkapkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, menyayangkan, sikap warganya yang melakukan penghadangan tersebut. Karena pertemuan dengan JOB P-PEJ untuk membahasa permasalahan tersebut sudah diijadwalkan di balai desa.
“Saya berharap konflik di masyarakat segera terselesaikan. Karena fokus kita ke depan adalah memikirkan apa yang dilakukan usai minyak di Ngampel tersedot habis,†harap Pujianto.(rien)