SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Penanganan pengangguran akibat pengurangan tenaga kerja di proyek konstruksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membutuhkan proses.Â
“Kita lihat dulu satu hingga tiga bulan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Joko Santoso kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/12/2014).
Dari sisi psikologis, dia menilai, para pekerja proyek yang kontraknya telah habis nantinya cenderung belum bisa menerima kenyataan. Kendati begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah berupaya memberikan pelatihan skill (keterampilan) lain untuk persiapan adanya peluang pekerjaan yang lain di luar proyek migas.
“Memang agak susah karena mereka telah terbiasa kerja proyek dimigas,” ucap Joko.
Joko mengakui, jika pihaknya telah menerima laporan akan adanya pengurangan tenaga kerja. Menurut dia, diperkirakan puncak pengurangan akan terjadi pada medio akhir Januari hingga Pebruari tahun 2015.
“Infonya pengurangan diperkirakan akan terjadi bulan itu,” imbuhnya.(roz)