SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Central Processing Plant (CPP) Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah diresmikan pada pertengahan 2013 lalu. Namun, baru terdengar jika produksi telah berlangsung dan saat ini telah melakukan Gas Sales.
Meski belum mencapai target produksi, namun kabar ini menjawab beberapa kalangan yang menanyakan keterlambatan produksi PPGJ. Saat ini, produksi Gas yang dihasilkan dari CPP PPGJ baru 30 meter juta kaki kubik, dari target yang dipatok 50 juta kaki kubik.
Menerut Kepala Bagian Kepala Humas SKK Migas, Rudianto Rimbono, belum tercapainya produksi gas di CPP PPGJ dikarenakan pada proyek tersebut masih dalam tahap stabilisasi operasi, khususnya di unit sulphur removal.
“Produksi ini akan meningkat secara bertahap hingga sesuai target,” tegas Rudianto kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/12/2014).
Sebelumnya Anggota Komisi C DPRD Blora, Mulyono, menyayangkan dengan keterlambatan produksi pada proyek tersebut. Sehingga menyebabkan keterlambatan bagi Blora untuk mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH).
Seperti diketahui, pemerintah pusat teleh memberikan jadwal kepada operator Blok Gundih, Pertamina Asset 4 Field Cepu, untuk melakukan produksi pada Juni 2013, namun mundur sampai Pebruari 2014. Saat ini baru tersiar kabar, bahwa PPGJ untuk pemasok kebutuhan listrik di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, itu tela masuk pada Gas Sales.(ams)