SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membentuk Forum Masyarakat Peduli Pengurangan Resiko Bencana (FMPRB).
FMPRB merupakan wadah yang terbentuk dari beberapa elemen masyarakat di Kabupaten Tuban. Wadah ini diharapkan dapat mengantisipasi resiko bencana alam.
Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiyono, mengatakan, kalau Tuban merupakan daerah rawan bencana ke 15 di Provinsi Jawa Timur. Pembentukan wadah seperti ini dibentuk sebagai keikutsertaan masyarakat untuk penanganan bencana alam di Tuban.
“Diperlukan wadah seperti ini sebagai keikutsertaan masyarakat untuk mengantisipasi keberadaan bencana,†kata Joko Ludiyono, Rabu (12/17/2014).
Dia menjelaskan, ada beberapa titik rawan bencana yang sudah dipetakan BPBD. Salah satunya adalah Kabupaten Tuban dilintasi 25 Kilometer bantaran Bengawan Solo yang rawan banjir. Apabila tidak diantisipasi secara dini akan mengancam masyarakat yang tinggal disekitanya.
“FMPRB ini akan membantu kami dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat kalau wilayahnya masuk menjadi daerah rawan bencana, karena bencana tidak bisa dihindari tetapi bisa diantisipasi,†tegas Joko.
“Selain itu akan memberikan masukan kepada kita tentang kemungkinan-kemungkinan adanya bahaya,†tandasnya.
Sementara itu, Ketua FMPRB, Teguh Budi Utomo, mengatakan, kalau wadah ini mempunyai aktivitas sosial dan mempunyai kepedulian terhadap ancaman bencana.
Pria yang lahir di salah satu desa di Bantaran Bengawan Solo ini menyebut, pihaknya cukup merasa prihatin dan berkeinginan untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana di daerah.
“Setelah melihat peta bencana di Tuban kita cukup terpanggil. Kita ingin membantu pemerintah dalam penanganan bencana, baik itu karena kerusakan alam, industri, ataupun ulah orang yang tidak bertanggung jawab,†tandasnya.(edp)