Gandeng Operator Migas Tangani Bencana

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggandeng operator minyak dan gas bumi (migas) untuk menghadapi banjir luapan Sungai Bengawan Solo dan bencana alam lainnya.

“Kita minta operator turut serta tanggap darurat bencana baik yang di wilayah operasi maupun lainnya,” kata Kepala BPBD Bojonegoro, Andik Sidjarwo, kepada suarabanyuurio.com, Rabu (17/12/2014).

Dia mengungkapkan, operator migas yang dimaksud antara lain ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator migas Blok Cepu, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset IV, operator Sumur Tiung Biru (TBR), Joint Operating Body Pertamina – Petrochina Eas Java (JOB P-PEJ), operator Blok Tuban dan Pertamina Ep Cepu (PEPC), operator Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB).

Menurut Andik, keikutsertaan operator migas ini sangat penting karena wilayah pengeboran juga memiliki potensi bencana dan menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

“Kami sudah mengundang mereka dalam rapat koordinasi tanggap bencana tersebut,” tegasnya.

Andik menyampaikan selain operator migas, BPBD juga meminta beberapa pihak lainnya yakni Kodim 0813 Bojonegoro, Tim SAR, Polres dan awak media untuk meningkatkan kinerja dalam kesiapan dan penanganan bencana.

Baca Juga :   ADD Turun, Tak Mengganggu Program Desa Ring 1 Blok Tuban

“Untuk saat ini yang perlu diwaspadai dalah banjir sungai Bengawan Solo,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *