SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kerusakan tanggul Avur Jambon, yang berada di Desa Sumurgung Kecamatan Tuban dan dekat dengan Desa Tegalrejo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban semakin parah.
Sekitar dua minggu lalu, tanggul setempat diketahui jebol karena tidak kuat menahan derasnya air dari pegunungan. Pagi ini, Kamis (18/12/2014), diketahui kerusakan diperparah lagi dengan jebolnya bantaran tanggul yang berjarak sekitar 6 meter di sisi yang lain.
“Sepertinya jebolnya tanggul sejak Rabu malam, tetapi baru tahu pagi ini,†kata Karsono (52), salah satu petani yang mempunyai lahan di sekitar jebolnya tanggul.
Hal ini mengakibatkan air semakin deras mengalir ke area pertanian. Bahkan berpengaruh dengan merendam sejumlah rumah yang ada di Desa Kapu Kecamatan Merakurak Tuban.
Petani yang ada di sekitar bantaran tanggul avur ini, mengaku takut untuk meneruskan kegiatan bertani mereka. Kerugian selalu membayangi mereka karena air diperkirakan akan merendam sawah lebih lama, ditambah dengan banyaknya campuran pasir dan material bekas penahan tanggul.
“Ini banyak tanaman milik petani berupa padi dan juga jagung yang belum sempat dipanen ikut diterjang banjir,†kata Karsono menambahkan.
Sebenarnya petani setempat sudah pernah melakukan kerja bakti. Caranya dengan membendung tanggul menggunakan peralatan sederhana. Berupa karung yang sudah diisi dengan pasir dan tanah. Tetapi karena air dari pegunungan cukup deras, sehingga pekerjaan mereka menjadi sia-sia.
“Kita berharap tanggul ini bisa diperbaiki kembali, karena petani di sini tidak akan pernah bisa bercocok tanam lagi kalau terus banjir,†kata Karsono.
Diketahui tanggul ini sudah mendapatkan perbaikan dari Pemkab Tuban. Tetapi belum sampai satu tahun sudah rusak kembali. Kepala Dinas Pengerjaan Umum (PU) Tuban, Choliq Chunasih, belum memberikan jawaban konfirmasi yang dilayangkan Suarabanyuurip.com melalui ponselnya. (edp)