SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Peluang pekerjaan akan kembali terbuka disaat proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB-) dan Lapangan Kedung Keris (KDK) dimulai. Diperkirakan proyek tersebut akan membutuhkan tenaga kerja mulai tenaga kasar (unskill), semi skill dan skill (terampil).
Proyek pengembangan Unitisasi Lapangan Gas J-TB berpusat di tiga kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yakni di Kecamatan Tambakrejo, Ngasem, dan Purwosari. Sedangkan proyek KDK di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.Â
Rencananya proyek pengembangan Unitisasi Lapangan Gas J-TB akan dimulai setelah proyek pembangunan fasilitas produksi puncak minyak Banyuurip rampung. Sedangkan proyek pengembangan Lapangan KDK direncanakan mulai pada 2015 mendatang.
“Saya kira peluang kerja akan kembali terbuka ketika proyek itu dimulai,” kata Direktur Utama PT.Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesa Asyakari kepada suarabanyuurip.com.Â
Menanggapi potensi gejolak sosial dan pengurangan tenaga kerja besar-besaran di Kecamatan Gayam, Ganesa memaklumi hal tersebut. Namun demikian, masyarakat masih punya harapan di kedua proyek itu.
“Wajar saja, tapi saya perkirakan kedua proyek itu juga akan memberikan peluang, terutama yang di JTB. Kalau KDK tidak terlalu besar,” paparnya.
Ganesa memperkirakan proyek JTB juga akan membutuhkan ribuan tenaga kerja. Terlebih, proyek JTB tidak lama lagi juga sedang akan dikerjakan.
Dia menambahkan produksi puncak akan terjadi padaa bulan Juni 2015. Dimana jumlah produksi minyak dari Lapangan Banyuurip dapat tercapai 165 ribu barel per hari.
“Setelah itu, yang kerja hanya operator yang terlatih.Jumlahnya mungkin hanya ratusan,” imbuhnya.(roz)