Warga Sembrono Sebabkan Tanggul Jebol

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur menyebut adanya kebiasaan buruk warga terkait jebolnya tanggul Jambon di perbatasan antara Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, dan Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak dua hari lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pengerjaan Umum (PU) Tuban, Choliq Chunasih, melalui pesan singkat yang dilayangkan kepada Suarabanyuurip.com melalui ponselnya.

Choliq mengatakan, pihaknya sekarang tengah berupaya menata jaringan untuk menyelesaikan permasalahan luapan avoor (afur) di sana. Penyelesaian dan penataan jaringan untuk penguatan tanggul ini dilakukan secara bertahap.

“Namun dalam perjalanannya ada hal yang tidak pernah kita duga menyangkut kebiasaan buruk warga,” kata Choliq Chunasih, Jumat (19/12/2014).

Kebiasaan buruk yang dia maksud adalah adanya warga di area hulu sungai yang menghanyutkan 4 buah kasur. Ketika berada di lokasi jebol, kasur tersebut diketahui menyumbat di titik penyempitan tanggul.

“Kasur tersebut nyangkut di titik penyempitan sehingga over taping,” jelas Choliq.

Kejadian ini membuat air yang tertahan menggerus tanah tanggul. Sehingga tanggul yang lemah mengalami jebol seperti yang terjadi sekarang ini.

Baca Juga :   Warga Pribumi Seakan Tersingkir

Sebelumnya, tanggul Avoor Jambon mengalami kerusakan semakin parah. Dua sisi tanggul sekarang diketahui jebol karena tidak kuat menahan derasnya air. Akibat jebolnya tanggul ini, sekarang puluhan lahan pertanian dan rumah warga yang ada di Desa Kapu Kecamatan Merakurak akibat terendam banjir. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *