SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pemerintah Desa (Pemdes) Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan belum diajak berkoordinasi terkait keberadaan Kandang Belajar Bersama Rakyat (KBSR) di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, yang akan dijadikan sebuah yayasan desa seluruh Kecamatan Gayam.
“Sempat dengar tapi yang berkepentingan belum menyampaikan ke saya,” kata Kepala Brabowan, Sukiran kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/12/2014).
Dia mengungkapkan sejauh ini masih menunggu kelanjutan program di KBSR. Hanya saja, pihaknya mengakui bahwasanya KBSR tidak hanya milik Brabowan.Â
“Saya dengar itu akan diserahkan desa se Gayam,” imbuh Sukiran.
Dia menyatakan, pihaknya tetap mendukung keberlangsungan KBSR untuk terus dikembangkan. Terlebih belum lama ini juga telah tersedia dokter hewan yang berkecimpung didunia peternakan yang didatangkan di Gayam.
“Kita mendukung saja, kalau dikembangkan tambah bagus,” pungkas Sukiran.
Sebelumnya diberitakan KBSR rencananya akan dijadikan yayasan dan diberikan kepada desa seluruh Gayam. Kontrak KBSR dengan mitra pendamping ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dinyatakan akan segera berakhir di penghujung tahun 2014 ini.(roz)