Rp10 Miliar Untuk Antisipasi Pengangguran di Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyiapkan anggaran sejumlah Rp 10 miliar untuk program pelatihan kerja bagi 12 ribu masyarakat lokal.

Program itu sebagai salah satu upaya mengantisipasi pengangguran pasca berakhirnya proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement, and Constructions/EPC) 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.

Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witcaksono, mengungkapkan, pengangguran di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan meningkat tajam seiring selesainya proyek EPC-1 Banyuurip pada Maret 2015 mendatang. Sekarang ini proyek tersebut melibatkan sebanyak 5000 tenaga kerja dari lokal.

“Pada bulan ini saja pengangguran sudah mencapai 22 ribu orang, sebagian besar dari proyek Blok Cepu yang sudah habis masa kontraknya,” lanjutnya.

Pelatihan kerja tersebut akan dilaksanakan awal Januari 2015 mendatang dengan melakukan pendataan terlebih dahulu di desa-desa ring 1 Blok Cepu untuk memastikan jumlah riil tenaga kerja yang berpotensi menganggur dan pekerjaan yang sesuai bagi mereka nantinya.

“Kalau sudah didata, kami tinggal menyiapkan pelatihannya baik di sektor migas maupun non migas,” imbuhnya.(rien)

Baca Juga :   Produksi Blok Cepu Lebih Dari 80 ribu BPH

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *