Januari Petani Blok Cepu Terima Ganti Rugi

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak 15 petani ring satu Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, dipastikan akan menerima ganti rugi dari PT Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK) pada Januari 2015 mendatang.

Pemberian ganti rugi itu sebagai ganti rusaknya lahan pertanian mereka akibat jebolnya embung proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC)-5, Banyuurip, Blok Cepu, beberapa waktu.

Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, mengatakan, sampai saat ini ganti rugi kepada warga yang lahan maupun tanaman pertanian rusak akibat terkena luberan air dari jebolnya embung EPC-5 belum ada.

“Hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan ganti-ruginya kepada 15 warga yang terkena dampak tersebut,” kata Winto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (23/12/2014).

Diharapkan, kontraktor EPC-5 HK-Rekind untuk secepatnya memberikan kepastian ganti rugi kepada petani yang dirugikan agar permasalahan segera tuntas.

“Tidak hanya ganti-ruginya saja yang segera ditindaklanjuti. Tetapi berkaitan solusi pembangunan permanen normalisasi saluran existing yang mengalir ke sungai terdekat yang saya ajukan juga segera ditindaklanjuti, Mas,”  saran Winto. 

Baca Juga :   Bojonegoro Terima DBH Migas Rp150 Miliar

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Rekind, Wandi, membenarkan jika sampai hari ini belum ada ganti rugi yang diberikan kepada petani Desa Gayam yang terdampak rusaknya embung proyek EPC-5 Banyuurip karena masih dalam proses di manajamen.

“Insya Allah bulan Januari 2015 mendatang kami berikan ganti-ruginya,” tegas Wandi.

Dia menjelaskan, sesuai hasil cek lokasi ada sekitar 18 petak lahan pertanian yang terdampak. Dari total itu, tidak semuanya hancur, ada sebagaian tanaman pertanian yang masih hidup.

“Tidak  100 persen rusak. Ada juga yang masih baik. Sekitar 5 petak yang hancur tertimpa lumpur,” terangnya.

Sesuai pendataan yang dilakukan Rekind 15 petani Gayam yang rusak lahannya itu adalah Wasirah, Arin Setiawan, Zainul, Tajem, Kardi, Baris, Sutari Nyakiran, Nyaripan, Ginah, Warno, Dasar, Jayat, Tarsan, dan Lasiman Priatmojo.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *