SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko/Â Bambang Kristanto
Bojonegoro – Warga di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur yang terlibat sebagai tenaga kerja (naker) di proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering Procurement and Construction/EPC), Banyuurip, Blok Cepu, tidak mempersoalkan pengurangan naker menjelang rampungnya proyek tersebut.Â
Didik, warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, mengungkapkan, meski tersiar kabar kontraktor EPC maupun subkontraktornya mengurangi jumlah nakernya, namun realitanya masih banyak dilakukan perekrutan naker. Baik oleh subkontraktor PT Tripatra Engineers & Constructor, kontraktor EPC-1 maupun subkontraktor PT Rekayasa Industri – Hutama Karya (Rekind – HK), pelaksana EPC-5 Banyuurip.
“Saya tidak pusing-pusing amat naker proyek Banyuurip, Blok Cepu dikurangi. Terpenting saya tetap ikut kerja saja,” kata Didik kepada suarabanyuurip.com, Selasa (23/12/2014).
Didik menegaskan, sebagai warga sekitar proyek Banyuurip dirinya akan berjuang terus untuk tetap berkerja di proyek. Sebab masih banyak orang-orang dari luar daerah yang memiliki kemampuan sama dengan warga lokal yang masih bekerja.
“saya tidak mau diberhentikan hanya karena kontrak habis. Sepanjang orang luar desa sekitar masih bekerja diproyek sini,” ujar dia.Â
Menurut dia, pengalaman lebih dari setahun menjadi naker di proyek Blok Cepu menjadi modal untuk bersaing dengan pekerja dari luar daerah.Â
“Apalagi rata-rata keahlihan warga dari luar daerah juga sama dengan warga lokal,” tandas pemuda ring 1 Banyuurip itu yang tak mau menyebutkan perusahaan yang merekrutnya.
“Setelah kontrak saya habis dan tidak di perpanjang lagi, saya akan mencari pekerjaan di EPC-5, dan pengurangan ini dilakukan menurut perusahaan karena progres di EPC-1 sudah mencapai puncak,” sambung Burhanudin salah satu naker asal Desa Katur, Kecamatan Gayam, ditemui terpisah. (sam/kris)Â Â Â Â