SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Rekrutmen ratusan tenaga kerja baru di proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering, Procurement and Constructio/EPC) – 5 Banyuurip, Blok Cepu, tampaknya, menilap pemerintah desa (Pemdes) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka mengaku tak mengetahui rekrutmen naker baru yang dilakukan PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind) maupun subkontraktornya.
Kepala Desa (Kades) Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Pandil, mengaku belum mengetahui adanya naker baru EPC-5 yang kos di salah satu warga Ringintunggal, dan masih sebatas informasi dari warga saja.
“Secara persisnya saya tidak tau, Mas. Karena, para neker beru yang kos belum ada laporan. Jadi saya tidak bisa memberikan keterangan jumlahnya berapa naker yang kos tersebut,” kata Pandil kepada suarabanyuurip.com via telepon, Kamis (25/12/2014).Â
Meski demikian, kata Pandil, akan segera melakukan kroscek terkait dengan keberadaan naker baru yang telah kos diwilayahnya. Hal ini dilakukan sebagai langkah ketertiban dan keamanan desa.
“Masak masuk wilayah orang tidak permisi dulu, itu kan salah dan saru,” tegas dia.
Dihubungi terpisah, Ketua Paguyuban Kades se-Kecamatan Gayam, Sukono, mengaku kaget dengan adanya informasi perekrutan naker baru di EPC-5 Banyuurip. Karena, sesuai pertemuan beberapa waktu lalu di Balai Desa (Baldes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, dengan subkon maupun kontraktor pelaksana EPC-5 PT HK-Rekind menyepakati bakal memberikan jatah naker yang dibutuhkan kepada kepala desa sekitar.
“Saya segera koordinasi dengan temen-temen Kades dulu, Mas. Jika ini benar maka jangan salahkan kami jika ada warga yang bergerak mensweepingnya. Kami sudah males dengan trik-trik perusahaan yang terkesan mengadu domba antara kami dengan warga,” tegas pria yang juga Kades Katur tersebut. (sam)