Arus Kedatangan Penumpang Meningkat, 1.686 Orang Tiba di Stasiun Bojonegoro

Stasiun KA Bojonegoro
Arus kedatangan penumpang meningkat di Stasiun KA Bojonegoro.(suarabanyuurip.com/istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Arus kedatangan penumpang kereta api di Stasiun Bojonegoro mulai menunjukkan peningkatan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Pada hari ketiga posko Angkutan Lebaran, Minggu (15/3/2026), tercatat sebanyak 1.686 penumpang tiba di stasiun ini.

‎PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memproyeksikan total 2.401 penumpang akan dilayani di Stasiun Bojonegoro pada hari ketiga semenjak Posko Angkutan Lebaran dibuka. Dari jumlah itu, 715 penumpang tercatat berangkat menuju berbagai kota tujuan.

‎Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan, tren peningkatan penumpang sudah terlihat sejak dimulainya posko Angkutan Lebaran 2026.

‎“Mayoritas merupakan penumpang yang turun atau tiba di Bojonegoro,” kata Mahendro Trang Bawono kepada Suarabanyuurip.com.

‎Menurut Mahendro, angka tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah hingga malam hari seiring masih adanya kedatangan kereta api.

‎Hingga 15 Maret 2026, penjualan tiket kereta api jarak jauh dari Stasiun Bojonegoro untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 tercatat telah mencapai 16.969 tiket.

‎”Tanggal 24 Maret 2026 menjadi tanggal dengan tingkat penjualan tertinggi, dengan 1.366 tiket sudah terjual,” ujarnya.

‎Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Bojonegoro setiap hari melayani 34 perjalanan kereta api jarak jauh, terdiri dari 30 perjalanan KA reguler dan 4 perjalanan KA tambahan.
‎Mahendro mengimbau masyarakat yang berencana mudik menggunakan kereta api untuk segera memesan tiket melalui kanal resmi KAI.

‎“Apabila tanggal keberangkatan yang diinginkan sudah mendekati penuh, pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif tanggal perjalanan atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan atau connecting train agar tetap memperoleh pilihan perjalanan yang lebih fleksibel,” ungkapnya.

‎Sementara itu, salah satu penumpang asal Jakarta yang tiba di Stasiun Bojonegoro, Dwi Anggita, warga Kecamatan Tambakrejo, mengaku memilih kereta api karena dinilai lebih nyaman dan tepat waktu untuk perjalanan jauh.

‎“Saya pulang ke Bojonegoro untuk bertemu keluarga. Naik kereta lebih nyaman dan tidak macet,” tuturnya.(fin)

Pos terkait