SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko/Bambang Kristanto
Bojonegoro – Â Alih fungsi lahan untuk proyek ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu menjadikan peternak kambing kelimpungan. Mereka kesulitan mencari lahan untuk menggembala karena banyak hampar savana, dan lahan pertanian telah jadi proyek migas.
Salah satu peternak Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Saribun, mengatakan, sejak dimulainya proyek migas Banyuurip membuat lahan yang biasanya digunakan menggembala maupun mencari rumput telah beralih fungsi.Â
“Sekarang susah untuk mencari rumput maupun mengembala kambing, Pak. Jadi terpaksa menggunakan sisa lahan yang dibuat pagar proyek ini untuk mengembala kambing saya,” kata Saribun kepada suarabanuurip.com, Kamis (25/12/2014).
Warga yang berdomisili di Dusun Bulu ini mengaku, sebelum lahan dibebaskan masih mudah untuk menggembala kambing karena banyak lahan yang kosong. “Kalau dulu banyak lahan yang tidak produktif tidak digarap oleh pemiliknya. Jadi, bisa digunakan untuk mengembala” tuturnya.
“Ya mau bagaimana lagi, Pak. Sulit tidak sulit tetap saya tekuni saja sebagai peternak kambing untuk menyambung hidup. Karena usia juga sudah tua,” sambung Paiman peternak lain dari Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam.
Sekedar diketahui, lebih dari 600 hektar lahan pertanian di wilayah Kecamatan Gayam yang sudah terbebaskan untuk kepentingan proyek Migas Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori Mobil Cepu Ltd (MCL). Ratusan hektar lahan tersebut diantaranya tersebar di Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Sudu dan Ngraho.
Namun, disisi lain keberadaan proyek Banyuurip tersebut juga membawa segi positif bagi warga. Salah satunya adalah, mampu membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Baik terlibat dipengerjaan proyek juga membuka warung penyedia makanan dan minuman (mamin) ringan disekitar lokasi proyek.Â
“Alhamdulillah laris, Mas. Dagangan yang saya jual banyak yang dibeli naker proyek. Sehingga, saya dapat penghasilan per harinya sekitar Rp100.000. Tentunya belum terpotong modal,” ungkap Karni salah satu pemilik warung penjual mamin sekitar EPC-5 di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam.Â
(sam/kris)