SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Bagi masyarakat yang suka makan-makanan pedas sepertinya harus menahan diri. Karena harga cabai di pasaran sekarang ini semakin pedas.
Di pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, harga cabai rawit kecil terus merangkak naik hingga kini mencapai Rp 120.000 per kilogram.
Hj Sumirah, salah satu pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, mengatakan, enam bulan yang lalu harga cabai rawit kecil masih bekisar 20.000/Kg, kemudian naik Rp 45.000/Kg, dan naik lagi Rp 85.000/Kg. Bahkan pada hari ini, Jumat (26/12/2014), harganya menjadi Rp 120.000/Kg.
“Masakan kalau tidak pakai cabai rawit merah kurang mantab, nampaknya yang doyan pedas harus menahannya dulu,” ujarnya sambil bercanda.
Dia menyampaikan, memasuki bulan Desember ini harga cabai jenis lain masih stabil kecuali rawit hijau yang mengalami penurunan yakni dari Rp 85.000/Kg turun menjadi Rp Rp 35.000/Kg. Sementara cabai keriting seharga Rp70.000/Kg, dan cabai merah lompong Rp 70.000/Kg.
“Kalau mahal begini, saya hanya menyetok sebesar 20 kilogram saja, biasanya sampai 40 kilogram tiap harinya,” ujar wanita 55 tahun ini.
Dia mengungkapkan, kenaikan harga cabai ini terjadi karena pasokan dari Kabupaten Tulungagung berkurang akibat gagal panen. Â Namun permintaan meningkat terlebih memasuki Natal, tahun baru dan banyaknya orang punya hajat.
“Tapi pembeli yang punya hajat tetap belinya banyak, antara 4 sampai 7 Kg. Soalnya mempengaruhi rasa kalau tidak pakai cabai rawit merah,” tukasnya.
Sementara itu, Rukmini (35), warga Desa Pacul, Kecamatan Kota, menyampaikan, setiap harinya harus mengurangi penggunaan cabai rawit merah dalam masakannya. Namun, hal itu tidak mempengaruhi daya jual masyarakat pada daganngannya.
“Alhamdulillah, masih laku Mbak, walaupun masakan saya kurang pedas seperti biasanya,” timpal wanita yang memiliki warung makan tersebut.(rien) Â