Operasi Pasar Gagal Tekan Kenaikan Harga Beras

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Operasi pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bekerjasama dengan Bulog Subdivre III setempat belum bisa secara maksimal mengurangi kelonjakan harga beras di sejumlah pasar tradisional, Kamis (25/12/2014).

Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki, mengatakan, jika operasi pasar yang dilakukan tidak bisa sacara maksimal menurunkan harga beras yang sudah mengalami kenaikan sejak tiga minggu terakhir. Sehingga, operasi pasar ini hanya untuk menstabilkan stok beras agar harga di pasaran tidak mengalami kenaikan kembali.

“Operasi pasar ini harganya Rp7.400 perkilogram, tapi masih kurang efektif karena musim paceklik,” ujarnya.

Pemkab Bojonegoro, lanjut dia, sudah melakukan operasi pasar di 28 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro. Cadangan beras yang dimiliki oleh Bulog yang bekerjasama dengan Pemkab Bojonegoro untuk melakukan operasi pasar ini bisa memenuhi kebutuhan selama musim paceklik hingga musim panen.

“Ada ratusan ton cadangan beras di Bulog yang bisa memenuhi kebutuhan warga. Saat musim paceklik ini memang semua mengalami kekurangan pasokan beras,” jelasnya.

Baca Juga :   Warga TBR Pilih Bekerja di Luar Jawa

Diperkirakan musim panen terjadi mulai bulan Pebruari 2015. Sehingga kenaikan harga beras itu terjadi setiap tahun saat memasuki bulan Nopember hingga Pebruari. Untuk menstabilkan harga beras, selain Pemkab, Bulog rencananya juga akan melakukan operasi pasar, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang juga akan memberikan subsidi ongkos angkut.

“Selain itu pasar murah di 10 Kecamatan plus bulog mart juga bantu di pasar kota, ini dalam rangka Natal dan tahun baru juga kendalikan inflasi,” pungkasnya.

Saat ini di Pasar Tradisional Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro harga beras medium perkilogramnya senilai Rp8.500. Sedang untuk beras berkualitas rendah senilai Rp7.500 perkilogram. Sedangkan beras dengan kualitas bagus harganya sampai Rp9.500 per kilogram.

“Kayaknya belum ada penurunan harga,” kata salah satu pedagang beras, Sutinah.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *