Sumburan Gas Campur Lumpur Gegerkan Warga

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Wrga Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikejutkan dengn munculnya semburan gas disertai lumpur di areal persawahan dan hutan. Semburan itu berada tak jauh dari lokasi sumur NGBT4 milik Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK).

Semburan itu juga mengeluarkan bau menyengat,  namun tidak sampai menyebar dan hanya tercium di sekitar semburan. Garis polisi dipasang di lokasi semburan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Samadi, warga Desa Nglobo, menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat malam (26/12/2014) lalu. Awalnya semburan itu hanya ada 10 titik yang muncul hampir bersamaan di beberapa lokasi persawahan milik warga, sesaat selepas waktu sholat magrib.

Semburan ini, lanjutnya, akhirnya meluas ke area Perhutani hingga mencapai lebih dari 20 titik. Bahkan, 2 titik diantaranya menyembur dengan ketinggian mencapai belasan meter.

“Di sawah saya sendiri ada 3 titik semburan dan ketinggiannya kira-kira ada 11 meter,” katanya, Sabtu (27/12/2014).

Baca Juga :   Sampah di Sepanjang Jalan Padangan - Ngawi Ganggu Pemandangan

Pagi tadi, Samadi kembali ke sawahnya untuk melihat perkembangan semburan. “Jam 5 tadi saya kembali ke sawah, ternyata sudah surut tapi belum berhenti. Malahan sekarang muncul di areal perhutani,” katanya sambil menunjukkan lokasi sawahnya.

Area Perhutani yang dimaksud Samadi adalah area yang dilintasi jalan bebatuan dari Desa Nglobo menuju Dukuhan Muning, Desa Genjahan, sebelum tembus ke Desa Palon, Kecamatan Jepon. Area ini bisa ditempuh 600 meter dari pertigaan jalan depan Gereja Nglobo, setelah melewati Balai Desa Nglobo.

Area ini untuk sementara diberi garis polisi, melintang di tengah jalan. Sehingga nyaris warga yang hendak ke Dukuhan Muning dilarang melintas. Garis polisi ini memanjang hingga mendekati lokasi pengeboran minyak yang tak jauh dari titik-titik semburan.

Untuk sawah yang terdampak, lanjut Samadi, di antaranya milik Isamaji terdapat 2 titik semburan, di sawah Agus ada 1 titik semburan, di sawah Asmini ada 4 titik.

“Di sebelah sana itu ada sawahnya Pak Rustam terdapat 1 titik semburan, dan di situ ada sawahnya Bu Sunarti, istrinya Pak Kades, terdapat 2 titik semburan.” katanya menunjukkan

Baca Juga :   KPA Bingung Tentukan Syarat Industri Pengolah SDA

Sawah milik Samadi sendiri sebagian sudah membentuk kolam lumpur. “Padahal di situ tengah saya tanam benih padi. Tahu-tahunya malah muncul semburan ini,” pungkas Samadi.

Hingga saat ini belum ada pihak terkait yang bisa dimintai keterangan. suarabanyuurip.com masih berupaya mencari konfirmasi.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *