Warga Tepian Hutan Panen Enthung

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Warga di sekitar hutan jati di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai asyik berburu kepompong dan ulat jati.

Kebiasaan tahunan  ini mereka lakukan karena sekarang musim yang tepat. Musim di mana daun jati mulai tumbuh setelah sekian bulan meranggas ketika musim kemarau.

Daun jati yang sebelumnya meranggas menjadi tempat favorit habitat enthung, sebutan masyarakat Tuban untuk kepompong ulat jati pada saat musim semi seperti ini.

Cukup sederhana warga mencari enthung, yaitu sekedar menggunakan ranting kayu kecil dan wadah enthung. Bahkan ada yang sekedar menggunakan tangan kosong dan daun jati yang dilipat untuk wadahnya.

“Waktu seperti ini adalah saat yang tepat apabila kita mencari enthung,” kata Sabin, salah satu warga yang tengah mencari enthung di kawasan hutan jati milik PT Perhutani, Sabtu (27/12/2014).

Mbah Sabin, begitu pria ini biasa dipanggil mengatakan, banyak warga sekitar hutan jati memanfaatkan musim seperti ini. Hasil dari mereka mencari enthung ada yang untuk dikonsumsi sendiri ataupun di jual lagi kepada salah satu pengepul.

Baca Juga :   Jokowi : Belum Ada Kebijakan Pelonggaran PSBB

Kalau dikonsumsi, warga cukup mencuci enthung kemudian digoreng menggunakan bumbu dapur dan disantap dengan nasi. Tetapi tidak semua orang bisa menikmati santapan ini karena kerap menimbulkan alergi.

“Kadang ada yang biduran (alergi) kalau tidak biasa makan,” ujar dia, mengungkapkan.

Lain halnya dengan Yeti (30). Perempuan ini mencari enthung untuk dijual. Dalam satu hari, dia bisa mendapatkan sedikitnya setengah kilogram dan kadang sampai tiga kilogram.

“Setengah kilogram harganya bisa mencapai 20 ribu rupiah,” sambung Yeti, yang juga warga Guwoterus Kecamatan Montong.

Di Kabupaten Tuban sendiri, sedikitnya ada lima kecamatan dimana warganya biasa memanfaatkan momen seperti ini. Terutama di wilayah pegunungan kapur dan kawasan hutan jati yang ada di Kecamatan Montong, Grabagan, Merakurak, Parengan, dan juga Kecamatan Semanding.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *