SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Semburan liar berupa lumpur bercampur air disertai bau gas di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga Minggu (28/12/2014) kemarin, masih terus terjadi. Bahkan dari puluhan titik lokasi semburan menyembur hingga setinggi 10 meter sampai 15 meter.Â
Semburan liar ini berjarak 75 meter sampai 500 meter dari lokasi proyek sumur migas NGBU-4 yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC-ADK). Saat ini jumlah titik semburan terus meluas hingga mencapi 41 titik. Sebelumnya hanya 10 titik.
Humas PEPC ADK, Gayatri Handari Kusumawardani, menjelaskan, dari jumlah total titik semburan yang ada, dua di antaranya mencapai ketinggian 10 meter sampai dengan 15 meter berada di hutan jati.
“Sejumlah titik lainnya berada di sawah, kebun jagung, dan hamparan rumput yang terletak di sebelah selatan dari titik Sumur NGBU-04,†katanya kepada suarabanyuurip.com.
Pihaknya mengaku telah melakukan pendataan terhadap lahan warga yang muncul semburan liar. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Bupati, Tim Pemda setempat, Tim Perhutani Cepu, Polres, Tim KSO Pertamina PT. Geo Cepu Indonesia, Tim PT. Pertamina EP Aset 4 dan Tim PT. Pertamina EP Cepu, untuk dapat segera melakukan penanganan,†ujar Gayatri, mengungkapkan.
Sementara itu, Kepala Desa Nglobo, Sujatmiko, mengharapkan kepada pihak terkait segera melakukan penanganan dan menyelesaikan semburan liar itu dengan baik.
“Terus terang warga khawatir jika kejadian tersebut seperti Lapindo,†katanya didampingi istrinya, Yusiati.
Sujatmiko menambahkan, karena lokasi titik semburan berada di lahan milik warga, pihaknya berharap ada kompensasi atau ganti kerugian jika semburan itu akibat adanya proyek NGBU-4.
“Iya benar dari PEPC-ADK telah melakukan pendataan terhadap lahan milik warga yang terdapat semburannya,” pungkasnya.
Dari pantauan di lapangan, semburan yang berada di sawah warga berupa lumpur dan berwujud air dan berbau gas. Sejauh ini, PEPC ADK masih melakukakan pembatasan pengunjung untuk melihat semburan dari dekat dengan pembatas garis polisi. Namun hal itu tak menyurutkan warga untuk tetap menyaksikan kejadian pertama kali di Desa Nglobo yang menggegerkan masyarakat.(ams)