SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pergantian tahun dari 2014 ke 2015 yang tinggal beberapa saat lagi tak luput dari ramalan Jiamsi. Jiamsi, merupakan metode meramal yang dilakukan umat Tri Dharma dan umat agama lainnya.
Ketika ditemui, Koh Lim, ahli Jiamsi dari Klenteng Kwan Sing Bio Tuban meramalkan keadaan pada tahunn 2015, atau tahun kambing akan lebih baik dari pada tahun 2014.
“Sepertinya tahun 2015 akan lebih ramah daripada tahun 2014 ini,†kata Kohlim, ketika berada di ruangannya.
Pria ini mengatakan, tahun kambing (2015) tidak seagresif tahun kuda (2014). Sesuai dengan sifat kambing yang cenderung tidak begitu agresif di banding dengan kuda.
Pembawaan yang kalem ini, lanjut Koh Lim, akan membawa dampak pada stabilnya kondisi di Indonesia. Karena berkurangnya konflik bisa berpengaruh pada kondisi politik dan menjadikan pemerintah kedepan lebih baik. Begitu juga dengan dunia usaha akan lebih kondusif daripada tahun sebelumnya.
“Secara umum tahun 2015 akan lebih adem. Tidak seperti tahun 2014 kemarin dimana banyak sekali pergolakan politik,†ujar Koh Lim, menerangkan.
Selain itu, bencana alam juga diprediksikan tidak akan sebanyak tahun ini. Sehingga cocok untuk memulai beberapa hal.
Tahun 2015, menurut pria yang sudah puluhan tahun menjadi pembaca Jiamsi ini juga cocok untuk memulai usaha. Karena tahun Kambing merupakan tahun dimana intrik, atau permainan bisnis tidak terlalu ketat.
Khusus untuk Sio Kambing sendiri, dia meramalkan kalau orang dengan shio ini mempunyai pembawaan yang kalem, lembut, berkepribadian intelektual, sentimental, artistik, pendiam, dan juga mempunyai moral yang cukup tinggi.
“Dengan sifat ini menjadikan shio kambing cukup puas tanpa harus menjadi orang tertinggi, sehingga perebutan kekuasaan dan sebagainya tidak terjadi. Hal inilah yang menjadikan tahun 2015 nanti lebih damai,†katanya.
Peringatan justru untuk Shio Naga. Shio ini diminta untuk lebih berhati-hati dengan godaan yang justru datang dari dalam diri sendiri. Termasuk menjaga perkataan supaya jangan sampai menyakiti orang lain.
Kendati demikian, Koh Lim mengatakan semua orang punya kesempatann untuk sukses. Hal yang harus tetap dilakukan adalah tetap berusaha dan berdoa kepada Tuhan.
“Disamping berdoa kepada Tuhan, orang yang ingin sukses hendaknya menyisihkan sebagian rejeki yang dia punya untuk sesama atau orang yang membutuhkan,†tandasnya.(edp)