SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ramai-ramai berburu enthung atau sejenis kepompong ulat yang memakan daun jati. Mereka mencari enthung di areal pohon jati di sekitar Lapangan Minyak Migas Banyuurip.
Dari pantauan menyebut, dengan telaten mereka menyingkap satu per satu daun jati kering yang jatuh berserakan di bawah ponjati dan kemudian menjumputi satu per satu entung untuk dimasukan ke dalam botol air mineral.
Padang, warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, misalnya. Ia bersama warga lainnya mulai mencari enthung sejak tiga hari lalu. Dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
“Sambil mengembala kambing, mulai hari Jumat saya ngambil entung. Lumayan buat lauk makan nanti, Pak,” kata Padang ditemui di hutan jati desa setempat, Rabu (31/12/2014).
Musim enthung kali ini, bagi Padang dan sebagian warga ring 1 Banyuurip, menjadi berkah tersendiri. Sebab, bisa untuk pengganti lauk makanan yang mereka beli setiap harinya.
“Ya gratis to Pak gak usah beli. Asal mau mencari dengan telaten. Enthung ini bersembunyi dibalik duan jati yang jatuh ke tanah,†ujar dia mengungkapkan sambil asyik menjumputi enthung.
Ditambahkan, mencari enthung ini dilakukan warga satu tahun sekali. Terutama ketika awal datangnya musim penghujan. “Namun jika hujan turun secara terus menerus maka enthung kembali menghilang karena daun jati kembali menghijau, juga membusuk,” imbuhnya.
Suwaji, warga Ringintunggal lain, mengaku, bagi orang yang sudah biasa memakan enthung ini rasanya sangat lezat. Entuhung itu bisa dimasak dengan cara digoreng atau ditumis dengan beberapa bumbu. Tapi bagi yang tidak terbiasa, jika makan enthung bisa menyebabkan alergi berupa gatal – gatal di sekujur tubuh.
“Alhamdulillah saya mendapatkan setengah botol air mineral. Paling ya sekitar setengah kiloan lah, Mas,” terangnya. (sam)