SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojoneoro – Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Pujianto, terus melakukan koordinasi dengan operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), terkait komitmen yang sudah disepakati sebelumnya.
Komitmen tersebut dibuat pada 13 Desember dengan dihadiri oleh masyarakat, Pemerintah Desa Ngampel, Muspika Kapas, Kepolisian, dan JOB PPEJ yang isinya; JOB P-PPEJ akan merealisasikan 4 item diantaranya perekrutan tenaga kerja, sabuk hijau, tali asih program, dan Program CSR pada akhir Desember 2014, namun hanya dua item saja yang diberikan yakni perekrutan naker, dan sabuk hijau.
“Saya sudah mencarikan solusi, apa perlu desa yang nomboki lebih dahulu untuk memberikan program CSR agar warga tenang, tapi sepertinya juga belum ada jawaban,†ungkap Pujianto.
Dia menyampaikan, di dalam pertemuan di Balai Desa yang dihadiri oleh perwakilan masing-masing Rt 1 sampai 7, Ketua Rw, BPD, tokoh masyarakat dan JOB PPEJ, ternyata belum terjadi kesepakatan adanya realisasi untuk program CSR.Â
“Kabar yang saya terima, JOB PPEJ akan segera merealisasikan tali asih progam lebih dulu dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan sore ini juga,†imbuhnya.
Namun, sesuai keterangan dari perwakilan JOB PPEJ, Yoga, yang hadir dalam pertemuan tersebut belum bisa memastikan kapan program CSR direalisasikan. Tetapi, 13 item yang sudah disepakati tidak akan hangus.
“Ya tadi disampaikan, kalau program CSR tetap akan diberikan dan tidak akan hangus, tapi kapan belum tahu,†imbuhnya.
Pihaknya mengaku tidak bisa menahan aksi pemblokiran yang dilakukan warga di Pad B karena itu sebagai bentuk kekecewan akibat melesetnya janji JOB PPEJ. Meskipun begitu, tetap akan mengkoordinasikan untuk mendapatkan solusi terbaik tanpa harus berbuat anarkis.
“Semoga tali asihnya sore ini benar benar direalisasikan,†pungkasnya. (rien)