Tumpukan Sampah di Ponpes Rodhatul Mua’limin

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Program Lamongan Green and Clean (LGC/ hijau dan bersih) yang dicanangkan Bupati Lamongan, Jawa Timur, Fadeli ternyata tak didukung sepenuhnya oleh warganya.  Masih banyak warga yang membuang sampah di sembarang tempat,  bahkan menjadi gunungan sampah.

Seperti yang tampak di depan Pondok Pesantren (Ponpes) sekaligus Lembaga Pendidikan Rodhatul Mua’limin (RM) di Desa Datinawong, Kecamatan Babat.  Tumpukan sampah berupa plastik, kertas dan beraneka barang bekas lainnya terlihat menggunung.

Ironisnya, lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah tersebut  bejarak 10 meter sebelah selatan jalan raya sehingga cukup menggangu pemandangan. Selain itu tempat pembuangan sampah itu merupakan  saluran air. Jika hujan lebat turun dipastikan banjir akan meluap hingga ke jalan raya.

Kepala Desa (Kades) Datinawong, Mundhakir, mengaku sudah berulangkali menegur pihak pengelola Yayasan RM agar tidak membuang sampah di tempat tersebut.

“ Sudah beberapa kali kami mengingatkan kepada pihak yayasan agar membuat tempat pembuangan sampah khusus dan tidak membuang sampah di depan yayasan. Tapi tidak dihiraukan,”kata dia kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (2/1/2015).

Baca Juga :   Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Tergeletak Ditengah Hutan Blora

Menurut Mundhakir,  Yayasan RM memiliki santri dan siswa ribuan. Jika pihak yayasan tidak menangani pengelolaan sampah dengan baik bisa dipastikan limbah itu akan semakin menggunung dan menimbulkan dampak lingkungan cukup besar.

“Kami tidak memiliki kewenangan lain selain hanya dalam bentuk teguran kepada Yayasan RM,” cetus Mundhakir.

Kepala Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Babat, Cucuk Subagiyana, dikonfirmasi terpisah mengatakan, akan segera menindaklanjuti persoalan sampah di Yayasan RM.

“Ok segera akan kami tindak lanjuti. Terima kasih infonya,”  kata Cucuk melalui pesan pendek.

Ketua Yayasan RM KH. Sahdulllah, hingga berita ini dikirim masih belum bisa dikonfirmasi. Namun salah satu guru yang mengajar di yayasan RM membenarkan jika gunungan sampah tersebut berasal dari santri dan siswa di Yayasan RM.

“ Sampahnya dari santri dan anak-anak RM,” ujarnya salah satu guru yang tak mau disebut identitasnya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *