SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Keberadaan tempat ibadat Tri Dharma, Klenteng Kwan Sing Bio di Jalan Re Martadinata, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tampaknya bukan hanya sekedar tempat ibadah.
Klenteng legendaris, dengan simbol kepiting raksasa ini dibanjiri pengunjung ketika musim libur sekolah dan juga tahun baru seperti sekarang ini. Puncak keramaian, diperkirakan terjadi hari ini, Sabtu (3/1/2014).
“Kebanyakan pengunjung dari luar Tuban, Mas,” kata Mamad, salah satu penjual Makanan dan Minuman (Mamin) yang ada di dekat tempat Ibadah ini, Sabtu (3/1/2015).
Meski ramai, pengurus klenteng tidak berminat untuk mengkomersilkan tempat ini. Pengunjung dibebaskan ke luar masuk asal menjaga kebersihan, tertib, dan tidak melakukan pengrusakan disana.
“Kita tidak bayar, langsung masuk saja,” jelas Kiki (20), salah satu mahasiswa di Kota Surabaya yang datang ke lokasi ini untuk memanfaatkan liburan.
Acara favorit yang dilakukan pengunjung adalah berfoto ria dengan bangunan klenteng yang dikatakan termegah se Asia Tenggara ini.
“Berfoto dengan ornamen yang ada di sini serasa kita berfoto di Cina,” kata Yuni, pengunjung lain asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Klenteng ini juga mempunyai akses sangat strategis. Berada tepat di pinggir jalur Pantura dan menghadap tepat kelaut. Tampaknya hal inilah yang menarik pesona bagi pengendara yang kebetulan melintas di sana untuk sekedar singgah.
Banyaknya pengunjung di Klenteng ini juga menjadi berkah tersendiri bagi penjual Mamin yang ada di sekitar sana. Dikabarkan mereka meraup untuk sampai 100 persen lebih.
“Kalau hari biasa laku sekitar 40 sampai 50 minuman, sekarang bisa mencapai 100 lebih,” kata Yitno, salah satu penjual minuman kepada Suarabanyuurip.com. (edp)