SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sepakat membuka portal pemblokiran di well Pad B, Lapangan Sukowati, Blok Tuban yang di operatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan lanjutan di Balai Desa Ngampel pada Sabtu (3/1/2015).
Sebelumnya, warga Ngampel melakukan pemblokiran dengan memasang palet di pintu masuk pengeboran Pad B yang berada di desa mereka. Warga menuntut agar JOBP-PEJ segera merealisasikan program corporate social responsibility (CSR) tahun 2014 dan tali asih program sejumlah Rp25 juta yang belum diberikan sejak 6 bulan terakhir yang sudah disepakati bersama pada pertemuan 13 September 2014 lalu.
Kepala Desa Ngampel, Pudjianto, menyampaikan, berdasarkan pertemuan yang dilakukan hingga tengah malam warga memberikan toleransi agar JOB P-PEJ memberikan surat perintah kerja untuk pengerjaan sebuah proyek sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR) tahun 2014.
“Meskipun dana belum bisa dicairkan tetapi paling tidak ada kepastian dan komitmen,” kata dia dihadapan para tokoh masyarakat dan sejumlah perangkat desa setempat.
Sesuai hasil pertemuan hingga menjelang tengah malam itu disepakati JOB P-PEJ harus mengakomodir usulan warga agar proyek yang merupakan bagian CSR dapat segera dicairkan.
Perwakilan JOB P-PEJ, Yoga, menyampaikan, jika pihaknya akan berupaya mengakomodir permintaan warga. Terkait tuntutan warga, dia menuturkan, pihak manajemen JOB P-PEJ baru dapat mengambil langkah setelah mendapat kepastian jika dana CSR sudah bisa dicairkan.
“Kami dapat perintah dari manajemen baru Sabtu sore sekitar jam 16.00 WIB untuk kepastian pencairan dana CSR,” paparnya.
Oleh karena itu, lanjut Yoga, sebagai tindak lanjut pihaknya menggelar pertemuan pada malam itu juga. Pertemuan dilakukan untuk menyampaikan bahwa dana CSR sudah bisa dicairkan. Hanya saja, terkait permintaan pembuatan surat perintah kerja, pihaknya akan kembali menyampaikannya ke manajemen.
 “Akan kami upayakan dulu, karena butuh tanda tangan atasan,” imbuhnya.(roz)