SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pengurangan tenaga kerja (Naker) di proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai dirasakan pedagang makan dan minuman (Mamin) yang didirikan oleh warga sekitar.
Sejumlah pedagang mengaku mulai merasakan kondisi tersebut. Sukaji, salah satu pedagang di sekitar proyek EPC 1 dan 5 Banyuurip, mengungkapkan, adanya pengurangan naker sedikit banyak tetap mempengaruhi jumlah omsetnya.
Namun berapa jumlah prosentasenya, Sukaji belum bisa menghitungnya. Hanya saja, penurunan pendapatan itu mulai dia rasakan sejak dua bulan terakhir.
“Kalau dulu ramai sekarang sering sepi, apa mungkin ini dampak ada penurunan tenaga kerja ya?” ucapnya bertanya.
Meski demikian, dia mengaku tetap akan membuka dagangannya. Sebab lokasi lapak dagangnya berada di Desa Ngraho dan Sudu, sehingga dibanding di sekitar proyek EPC lainnya dia meyakini akan tetap ada pembeli.
“Kalau disini masih banyak yang lalu lalang, terutama para sopir,” imbuhnya.
Senada diungkapkan, Sarti. Dia mengaku kepadatan tenaga kerja tidak seramai pada saat dimulainya proyek Banyuurip. Dalam kurun satu bulan ini Sarti merasakan suasana di sekitar proyek tampak sepi. Kalau pun ramai tidak bisa dipastikan.
“Infonya memang sudah mulai banyak yang yidak bekerja karena proyek mau selesai,” ucapnya.(roz)