Gunakan Tiga Tahapan Penanganan

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pertamima Eksplorasi Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) melakukan tahapan penangan semburan liar di sekitar sumur NGBU 04 di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa tengah.

Public Government Affair PT Pertamina EP Cepu, Pandu Subianto yang ditugaskan di wilayah PEPC ADK, menjelaskan, bahwa dalam upaya penanganan semburan tersebut, PEPC ADK membutuhkan tiga tahapan. Tahapan pertama, kata dia, untuk menyelesaikan persiapan program dan pengadaan logistik dari peralatan terkait yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 (dua) minggu.

Tahap kedua, lanjut Pandu, adalah pelaksanaan program penanganan yang akan membutuhkan waktu kurang lebih 1 (satu) minggu.

“Sedangkan tahap ketiga adalah penangan pasca semburan yang meliputi assessment lingkungan dan uji kelayakan tanah pada seluruh lokasi titik semburan dengan melibatkan tim independen, dengan kurun waktu kurang lebih 2 – 4 minggu,” kata Pandu kepada suarabanyuurip.com, Selasa (6/1/2015).

Pandu menjelaskan, PEPC ADK masih terus melakukan pengukuran komposisi gas dari semburan dan analisa aliran air secara berkala. Untuk itu, phaknya menggandeng tenaga indepaenden dalam melakukan analisa lingkungan dan H2S Engineer serta pemantauan gas.

Baca Juga :   Khawatir Disambar Petir Tower SUTT Kilang Tuban Direlokasi ke Tanah Warga

Terkait dengan jumlah titik semburan, Pandu mengklaim, saat ini jumlah titik telah berkurang menjadi 21 titik semburan liar aktif dari total semula yang mencapai 41 titik. Hal itu sejalan dengan upaya penanganan yang dilakukan PEPC ADK.

“Dimana semburan yang terlihat hanya tinggal beberapa dan sebagian besar hanya berupa gelembung atau bahkan tidak muncul di permukaan,” katanya.

Pandu kembali menegaskan, jika semburan liar tersebut berupa gas bercampur air dan bukan semburan lumpur. Yang komposisi gas tidak ada kandungan gas berbahaya seperti CO dan H2S.

Saat ini,  PEPC ADK juga melakukan penanganan gas di lokasi semburan aktif dengan pemasangan cungkup baja untuk dapat mengarahkan aliran gas tersebut ke tempat yang aman.

“Penyediaan tenaga medis dan alat pemadam api juga telah dilengkapi sebagai antisipasi,” pungkas mantan Humas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator migas Blok Cepu itu.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *