SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sekira 20 pekerja proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering procurement, and constructions/EPC) 5 Banyuurip, Blok Cepu, mendatangi kantor PT.Hutama Karya – Rekayasa Indutri (HK-Rekind) di Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (6/1/2015). Mereka melakukan protes keterlambatan gaji yang diterimanya.
“Sudah sekitar empat mingguan,” kata Lampir salah satu pekerja kepada suarabanyuurip.com. .
Dia bersama sejumlah pekerja lain serempak menanyakan hak mereka ke pihak kontraktor EPC-5 di kantor perwakilanya Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu.Â
Menurut Lampir, sejumlah pekerja sudah sempat melakukan aksi mogok kerja. Hanya saja, setelah ditunggu tetap tak kunjung turun. Adapun besaran gaji yang diterima untuk per harinya sejumlah Rp60 ribu per hari.
“Sudah lama sebenarnya, tapi hari ini kita coba tanyakan lagi. Kata perwakilan kontraktornya uangnya masih tertahan di perwakilan wilayah di Surabaya,” ujar dia, mengungkapkan.
Jika gaji tersebut tidak segera dibayarkan, para pekerja mengancam melakukan pemblokiran di area jembatan Fly Over (jembatan layang) yang berada di Desa Ngraho dan Sudu Kecamatan Gayam.
“Ini sudah terlalu lama, kalau tetap saja tidak ada kepastian jangan salahkan kalau di FO kita blokir,”ancam pekerja lain.Â
Humas PT.HK-Rekind, Wandi mengaku belum tahu terkait aksi yang dilakukan para pekerja di EPC-5. Dia beralasan sedang masa cuti.(roz)