SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – PT KrisEnergy operator dari Lapangan Gas Lengo, yang berada di sekitar perairan Bulu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menyebut rencana pembangunan (Plant of Development/PoD) untuk lapangan setempat sudah dikeluarkan Pemerintah Indonesia.
“Pemerintah Indonesia telah menyetujui rencana pengembangan Lapangan Gas Lengo dalam kontrak bagi hasil bulu (PSC) lepas pantai Jawa Timur.†Pernyataan ini dilansir di halaman resmi www.krisenergy.com, sejak akhir Desember 2014 lalu.
Dengan begitu, masih dalam halaman sama, perusahaan akan mulai melakukan negoisasi formal dengan sejumlah pembeli potensial gas potensial.
Dalam keterangan, Bulu PSC meliputi 697 kilometer persegi di tiga wilayah yang terpisah. Meliputi Bulu A, Bulu B, dan juga Bulu C. Lapangan ini terletak di wilayah perairan Jawa Timur dengan kedalaman air 50 sampai 60 meter. Penemuan Gas Lengo ini terletak di Bulu A, dan akan dikembangkan melalui empat sumur pengembangan, dan anjungan Migas tak berawak.
“Gas akan diambil dari sumur menggunakan pipa sepanjang 65 kilometer dengan besar 20 inchi langsung ke pantai,†kata Direktur Eksplorasi dan Energy KrisEnergy, Chris Gibson Robinson, dalam situs resmi tersebut.
Ketika dikonfirmasi mengenai ini, Kepala Humas SKK Migas Jabamanusa, M Fatah Yasin, menyebut kalau rencana pengembangan, atau PoD 1 berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“PoD 1 dari kementerian ESDM,†kata Fatah Yasin melalui pesan singkat yang dikirimkan Suarabanyuurip.com, Rabu (7/1/2015) malam.
Diketahui, wilayah perairan dimana Lapangan Gas Lengo berada, merupakan salah stau lokasi tangkap ikan para nelayan yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, maupun nelayan dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Perairan ini tepat berada di utara pantai Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. (edp)