EMCL Luncurkan Program SID di Gayam

gelar SID di Gayam

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) menggelar peluncuran perdana Sistem Informasi Desa (SID) di Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu 29 November 2017.

“SID ini mendukung fungsi dan tugas kantor desa termasuk administrasi kependudukan, perencanaan laporan, pengelolaan aset, pengelolaan anggaran dan lain sebagainya,” kata Pendamping Desa SID, Choirul Huda.

Dengan adanya SID ini maka kantor desa lebih efisien karena dapat menyediakan layanan surat keterangan secara online dari pada manual.

Selain itu, akan lebih afektif karena kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan.

“Semua yang ada di SID ini berbasis data,” lanjutnya.

Untuk SID sendiri, Pemdes Gayam bisa menentukan program seperti apa yang akan diterapkan. Namun yang jelas, banyak hal yang perlu dikembangkan SID di Desa Gayam.

Sementara itu, Kepala Desa Gayam, Winto, mengaku, dengan adanya SID ini menjadi paham dan melek Informasi dan Tekhnologi (IT). Karena didalam SID ini prosesnya  berbasis komputer.

Baca Juga :   Bola Kewenangan Ditangan Pemprov Jatim

“Dari dulu saya secara pribadi tidak paham batas desa itu mana, tapi berkat SID ini jadi tahu,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya data dan informasi terkait Desa Gayam yang sudah tersusun dengan baik oleh Tim SID ini nantinya sudah bisa dilihat dan diaplikasikan.

“Kita butuh kevalidan data, dengan SID ini semoga membantu dalam Pemilu 2018 mendatang,” tegasnya.

Selain itu, dukungan dari EMCL diharapkan tidak berhenti disini saja. Karena sudah berhubungan dengan IT mau tidak mau harus terus mengasah kemampuan agar tidak ketinggalan jaman.

“Di jaman tekhnologi sekarang ini data yang valid itu diperlukan,” imbuhnya.

Perwakilan EMCL, Wahyu Sadewo, mengungkapkan, dalam memberikan program Corporate Social Responsibility (CSR) ada tiga pilar diantaranya Kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Ini merupakan salah satu bagian yang dianggap penting karena pihaknya yakin SID ini bisa membantu masyarakat dan kesejahteraan bersama.

“SID ini bukan sebuah barang mati. Bukan barang yang mandeg begitu saja, yang perlu dipahami bagaimana tugas beratnya Pemdes Gayam adalah terus update dan perbarui data ketika ada perubahan-perubahan,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Lasuri : Jika DBH Migas Turun, APBD Bojonegoro 2020 Jungkir Balik

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *