Peletakan Batu Raksasa Diselimuti Aura Mistis

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – “Selamat datang di kota para penghuni batu”, sederet kalimat yang ditulis di status Blackberry milik salah satu warga di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (7/1/2014), terkait peletakan batu raksasa dari Dusun Sukun, Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang di Alun-alun kota setempat.

Status tersebut ditulis oleh, Muti (27). Dia mengaku kaget ketika batu dengan ukuran 5×4 meter dengan tinggi 4 meter, dan berat 60 Ton dipindah dari lokasi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Ketika prosesi pengambilan batu tersebut, sempat menyentuh batinya hingga larut dalam kesedihan.

“Saya seperti ingin menangis, tapi meskipun punya mata batin tidak ingin menggunakannya karena takut, sehingga langsung mengajak pulang suami,” ujar ibu dua anak ini kepada Suarabanyuurip.com.

Menurutnya, batu besar yang dinamakan warga setempat sebagai Batu Beluk itu adalah sebuah kerajaan bangsa halus atau lelembut. Di lokasi ini diyakini warga setempat dihuni puluhan makhluk kerdil dengan telinga panjang, dan berbagai jenis lelembut lainnya.

Baca Juga :   Wereng Serang Padi Sekitar Blok Cepu

“Sedang rajanya masih menempel di batu itu karena tidak mau pergi, hal itu tentu mengundang makhluk halus lainnya,” imbuhnya.

Wanita berambut lurus ini menyarankan, agar saat meliput peletakan batu di Alun-alun sekarang ini tidak terlalu dekat, dan menjaga jarak supaya aman. Hal ini mengantisipasi sang “Raja” batu mengamuk dan memakan korban.

“Lebih baik jaga jarak, takut kalau tiba-tiba rajanya marah,” tukasnya.

Dia menyebutkan, aura yang ada di batu itu masih terasa positif selama tidak ada gangguan dari orang-orang sekitar. Aura itu bisa berubah negatif jika ada gangguan dari orang-orang yang memiliki niat buruk,  saat didekat batu tersebut.

Batu yang sampai sejak pagi tadi hingga siang ini belum juga berhasil diletakkan di atas lahan yang sudah disiapkan. Bahkan salah satu tali dari mesin Crane terputus, karena tidak kuat menahan beban batu yang dinamakan Batu Semar oleh Bupati Bojonegoro Suyoto ini.

“Tadi sempat ditaburi bunga yang biasa digunakan untuk nyekar di makam, tapi langsung dibersihkan,” kata Widji, salah satu pengunjung. (rien)

Baca Juga :   Dewan Minta Ijin Pertambangan Tetap Diproses

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *