SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Driver (sopir) truk tangki tak mempersoalkan penurunan ritase pengangkutan minyak mentah dari sumur Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur menuju Mengung, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa-Tengah oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset IV. Â
“Tidak apa-apa ada penurunan ritase, Mas. Mungkin saja hanya bersifat sementara saja,” kata salah satu driver pengangkut minyak mentah TBR, Nur Solikin kepada suarabanyuurip.com, Rabu (07/01/2014).
Warga Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, itu menjelaskan, sebelum ada penambahan truk tanki berkapasitas 5000 liter, pengangkutan minyak dilakukan sebanyak empat rit dalam sehari.Â
“Setelah ada penambahan armada tanki, dan mulai ikut operasi sejak Senin, 5 Januari kemarin, ritase tanki yang lama tinggal tiga ritase. Sedangkan untuk armada tanki baru dijatah dua ritase,” jelas Nur Solikin.
Dia memperkirakan, penurunan itu dilakukan Pertamina sebagai bentuk pemerataan kepada truk tanki lainnya. “Mungkin juga karena adanya rencana uji coba pengiriman dari lokasi TBR menuju Mudi, Tuban, Jawa Timur,” ujar Nur Solikin.
Namun demikian, Solikin mengakui, dengan berkurangnya ritase ini pendapatan para sopir juga mengalami penurunan. “Ya jelas pendapatan juga ikut turun. Tapi tidak masalah semua itu juga demi kebersamaan antara warga,” pungkas Solikin yang enggan menyebutkan berapa penghasilannya setiap hari.
“Gak apa-apa, Mas. Semua juga sama-sama warga sekitar yang ikut mengangkut. Setidaknya juga bagi-bagi rejeki lah,” sambung Faisal, sopir road tank lainnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pengurangan itu lebih disebabkan karena mengingat jam kerja TBR, dan banyaknya armada tanki yang sudah jalan. (sam)