SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Sejak tahun lalu petani di Desa Brangsi Kecamatan Lare, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sudah mulai mendapatkan manfaat dari transplanter, alat untuk bertanam padi dengan menggunakan mesin. Dengan alat ini petani bisa lebih menghemat biaya dan waktu tanam.
Sumardi, (42), salah petani setempat menuturkan, dengan menggunakan transplanter, dia bisa menghemat ongkos tanam hingga lebih dari separo. Dengan menggunakan transplanter, dia hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menuntaskan tanam padi di areal seluas 1/7 dari luasan 1 hektar dengan biaya hanya Rp250 ribu.
“Biaya sewa Rp 250 ribu itu sudah mencakup semua. Termasuk tenaga operator alat, hingga bibit padi,” kata dia, menerangkan.Â
Kemudian Sumardi membandingkan, jika tanpa menggunakan transplanter, dengan luasan sawah yang sama, dibutuhkan 10 kilogram benih seharga sekitar Rp130 ribu. Kemudian harus melalui proses mencabut biit padi dari persemaian yang membutuhkan tenaga tiga orang buruh dengan ongkos Rp 70 ribu untuk setiap orangnya.
Setelah itu, lanjut dia, baru bisa dilakukan penanaman padi di persawahan dengan menggunakan 5 orang tenaga buruh lagi dengan ongkos Rp40 ribu untuk  masing-masing buruh.
“Belum lagi kalau sedang musim tanam. Kami sering harus antri berhari-hari untuk mendapatkan buruh tanam,” ujar Sumardi, mengkalkulasi.
Menurut Sumardi, seharusnya bantuan alat seperti ini bisa diperbanyak lagi. Karena buat petani manfaatnya sangat besar, terutama dalam hal memotong ongkos tanam padi.
Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo menyebutkan, tahun 2014 lalu Lamongan memberikan bantuan sebanyak 10 unit transplanter. Di antaranya diperuntukkan petani di Desa Brangsi, Kecamatan Laren, Desa Karangtinggil, Kecamatan Pucuk dan Desa Rancangkencono, Kecamatan Lamongan.
“Melihat manfaat transplanter ini bagi modernisasi pertanian di Lamongan, Bapak Bupati, Fadeli, berencana akan meningkatkan jumlahnya. Tahun ini direncanakan bakal ada 54 unit transplanter yang diberikan pada petani,” pungkasnya.(tok)