SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Turunnya harga Bakan Bakar Minyak (BBM) per Januari 2015 lalu, tidak membawa dampak pada penurunan harga barang kebutuhan pokok di Lamongan, Jawa Timur. Bahkan sejumlah komoditi harganya terus meroket naik.
Di sejumlah pasar tradisional di Lamongan seperti di pasar Turi, Sekaran, Pucuk, dan pasar Sukodadi hampir semua barang kebutuhan pokok yang sebelumnya naik antara 20 persen akibat dampak dari naiknya harga BBM tetap nangkring pada harga semula.Â
Seperti harga bawang putih dan bawang merah masih Rp15 ribu/ kg, harga satu kilogram tomat Rp 6 ribu. Sementara harga cabe dan telur justru semakin melejit. Harga telur yang tiga hari lalu Rp20 ribu/kg, saat ini Rp22 ribu. Sedang harga cabe keriting Rp75 ribu. Cabe merah Rp45 ribu.
“Harga telur terus naik karena banyaknya permintaan saat musim muludan. Harga yang turun Cuma cabe merah dari Rp60 ribu menjadi Rp40 ribu,” kata pedagang bumbu di Pasar Sukodadi Ikhsan kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (9/1/2015)
Harga barang keluaran pabrik juga tidak ada penurunan. Dari sabun, sampo,susu, pasta gigi, snack, rokok tetap bertahan diharga lama.
“Biasanya barang yang sudah terlanjur naik sulit untuk turun lagi mas. Tidak ada dampak dari turunnya harga BBM, “ ungkap pemilik toko Empat  Putra di Babat, Sumali.
Kondisi pasar sendiri saat ini terlihat lebih sepi. Menurut para pedagang menurunnya jumlah pembeli dipasar tidak saja disebabkan mahalnya harga barang kebutuhan pokok namun juga dikarenakan saat ini musim tanam di sawah dimana petani banyak mengeluarkan uang untuk bercocok tanam sehingga harus menghemat pengeluaran belanja. (tok)