SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Iklim investasi di Lamongan, Jawa Timur, nampaknya masih menunjukkan perkembangan yang positif. Selama tahun 2014 lalu, Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) setempat mencatat arus modal yang masuk mencapai Rp 1.444.347.257.850.
Bukan hanya mampu menarik masuknya modal investor, usaha baru tersebut juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi 17.862 Â tenaga kerja. Ini dikarenakan bidang usaha yang masuk tersebut didominasi usaha investasi domestik non penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) yang padat karya.
Untuk bidang usaha non PMDN dan PMA ini saja, sepanjang tahun 2014 lalu, total investasi yang ditanamkan mencapai Rp1.180.197.626.850. Sementara lapangan pekerjaan baru yang dibuka mencapai 9.888 pekerjaan.
Bidang usahanya mulai dari usaha penggilingan padi, ijin usaha peternakan dan perikanan serta perkebunan. Termasuk bidang usaha pertambangan dan galain c, perindustrian, perdagangan dan perhotelan, serta perumahan, jasa konstruksi dan koperasi.
Sedangkan untuk investasi PMDN dan PMA, selama tahun 2014 arus modal yang masuk mencapai Rp 264.149.631.000 dengan serapan tenaga kerja sebanyak 7.974 orang.
“Sesuai instruksi Bapak Bupati (Fadeli) setiap investor yang masuk ke Lamongan ijinnya dipermudah. Selain itu pelayanan perijinan di Lamongan sudah dalam satu atap di Badan Penanaman Modal dan Perijinan, “ kata Kepala BPMP Lamongan, Chairil Anwar melalui Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (9/1/2014).
Zamroni mengungkapkan, yang menjadikan investor tertarik berinvestasi di Lamongan karena beberapa jenis perijinan bahkan tidak ditarik retribusi alias gratis. Seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Tanda Daftar Industri (TDI), Tanda Daftar Gudang (TDG) dan Izin Usaha Industri (IUI) juga dibebaskan dari biaya retribusi.
“Meski beberapa izin digratiskan, bukan berarti pelayanan kami asal-asalan. Front office di ruang pelayanan sudah kami tata sedemikian rupa sehingga nyaman untuk pemohon. Karena investasi yang masuk pada akhirnya akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Lamongan,” pungkas dia.(tok)