SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan belum bisa memastikan soal adanya kompensasi pada saat adanya tambahan produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dalam rangka menuju puncak produksi sebanyak 165 ribu barel per hari (bph).
Saat ini produksi minyak Banyuurip yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berada dikisaran 40 ribu Bph.
“Belum tentu. Tapi meskipun tidak ada kompensasi akan ada program kemasyarakatan dari EMCL,” kata Kepala Desa Gayam,Winto kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (10/1/2015).
Dia menjelaskan ada tiga program yang akan dilaksanakan oleh EMCL, yaitu kesehatan (Yayasan Paratazkia), Kampung Hijau (LSM Tropis). Program tersebut rencananya akan berjalan selama enam bulan saja.
“Satunya saya lupa, namun program itu sebagai kompensasi adanya tambahan produksi,” jelasnya.
Mengenai adanya batas ambang pada pemasangan alat pemantau suhu dan suara bising, Winto menjelaskan bukan 30 derajat. “Tidak ada harus berapa derajat,” ujarnya.
Namun demikian mengacu pada suhu di tiga titik minimal melebihi 3 derajat dari suhu normal sesuai dititik kontrol. Sedangkan pada ambang batas suara kebisingan maksimal 58 desible.
“Kalau suhu tidak lebih dari 3 derajat dari suhu normal atau standard dan kebisingan kurang dari atau sama dengan 58 desible tidak dapat apa-apa,” pungkasnya. (roz)