Jalan Ngraho-Ketuwan Ditanami Pisang

Jalan ngraho kedungtuban cepu

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Warga Desa Tanjug, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tenga, menanam pohon pisang di Jalan Raya Ngraho-Ketuwan. Hal ini sebagai bentuk kekesalan mereka akibat rusaknya jalan di wilayah setempat. 

Menurut, Suratno, (40), warga setempat, penanaman pohon pisang itu sudah berlangsung hampir satu minggu. Sampai hari ini, pohon pisang tersebut masih tertancap di tengah jalan kabupaten.

“Ini sudah terlalu parah,” kata Suratno di temui di lokasi suarabanyuurip.com, Senin (12/1/2015).

Dia mengungkapkan, kerusakan jalan ini diperparah dengan banyaknya truk pengangkut pasir yang melalui jalan itu dengan beban berlebih sehingga mengakibatkan badan jalan berlubang. Kerusakan terjadi sepanjang 500 meter.

“Kami sebagai petani prihatin karena dari penambang tidak mau bertanggung jawab dengan kerusakan jalan. Seharusnya mereka bertanggung jawab dengan kerusakan jalan ini, dan kami terpaksa melakukan ini,” ujar Suratno, mengungkapkan. 

Dua  minggu lagi, lanjut Suratno, petani di Kedungtuban selatan termasuk petani di desanya akan panen raya. Dengan kerusan jalan saat ini, akan mengganggu transportasi pengangkut hasil pertanian.

Baca Juga :   Minta Tambang Minerba Ditindak Tegas

“Petani juga membayar pajak, tapi kenapa kami sebagi petani tidak bisa menikmati jalan yang baik,” ujarnya bertanya.

Jika tidak secepatnya mendapat perhatian, warga berencana menghadang turk pengangkut pasir yang melintas di jalan tersebut karena menjadi biang kerok kerusakan jalan.

“Kalau hujan datang, jalan menjadi becek dan penuh lumpur. Kalau panas seperti ini jalan menjadio berdebu dan banyak kerikil yang meletik mengenai rumah,” timpal Marno, (37), warga Tanung lainnya.

Dia juga mengatakan bahwa jalan rusak tersebut sering memakan korban. “Sepanjang jalan ini sering terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Kepala Desa Tanjung, Mulyadi, mengaku tidak bisa menghentikan aksi warganya. “Ya, itu adalah bentuk perhatian warga terhadap kondisi jalan, dan kami sendiri tidak bisa menghentikannya,” sergahnya.

Di juga membenarkan, kalau penyebab utama kerusakan jalan di wilayahnya adalah truk pengangkut pasir. Rata-rata truk pengangkut pasir membawa beban lebih dari 14 ton.

“Pantas saja, jika jalan di sini menjadi rusak parah,” tegas Mulyadi.

Dia berharap ada tindakan tegas dari pemerintah kepada penambang pasir. “Harus ada aturan pasti untuk para penambang pasir, kalau bisa harus ditutup,” tandas Mulyadi.(ams)

Baca Juga :   Dua Desa Ring 1 Blok Tuban Kekeringan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *