Mobdin Lamongan Tinggalkan Premium

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan Trend terus menurunnya harga Pertamax menjadikan para pejabat di Lamongan, Jawa Timur tidak lagi membeli Premium untuk mengisi BBM mobil dinas (Mobdin)-nya. Kini mereka beralih ke Pertamax setelah terjadi penurunan harga BBM.

Harga Pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan terus turun. Jika sebulan lalu harganya Rp10.800 per liter kini hanya Rp8.800.  Turunnya harga Pertamax ini menjadikan mobil berplat merah, dan kendaraan angkut milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beralih menggunakan Pertamax dari pada Premium.

“Saat harga Rp10.800 masih banyak mobil plat merah yang tetap membeli premium. Namun saat ini sudah pada beralih ke Pertamax,“ ujar salah satu operator SPBU Sukodadi yang enggan menyebutkan namanya, Senin (12/1/2015).

Sesuai dengan aturan mobil berplat merah tidak diperbolehkan mengisi bahan bakar bersubsidi. Setiap ada mobil dinas yang hendak mengisi pemium, petugas selalu mengingatkan agar membeli bahan bakar Pertamax. Akan tetapi pengendara tetap memaksa dengan berbagai alasan.

Baca Juga :   Skenario Puncak Produksi 205 Ribu Bph Meleset

“Dari pada ribut, ya terpaksa dilayani, Mas (membeli premium), “ ungkapnya lagi.

Tiga SPBU di Kecamatan Babat juga tidak lagi pernah melayani pembelian premium mobil berplat merah. “Tiak ada lagi mobil plat merah yang ngisi Premium. Sudah beralih ke Pertamax, “ ungkap salah satu operator SPBU Babat, Sugeng.

Beralihnya mobil berplat merah dari Premium ke Pertamax bisa jadi karena turunnya harga Pertamax. Meski harga Premium juga turun, namun selisih haganya juga sangat tipis. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *