Pasien DB Over Load di Cepu

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pasien Demam Berdarah (DB) di RSU Dr Soeprapto, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah membludak didominasi anak-anak. Akibatnya ruangan khusus anak-anak tidak mampu menampungnya, dan terpaksa harus dirawat di lorong Rumah Sakit.

Kasi Perawatan RSU dr R Soeprapto Cepu, Era Setiawan, menjelaskan. sejak bulan November sampai dengan Desember 2014 jumlah pasien demam berdarah sebanyak 107 pasien, sedangkan pada bulan Januari 2015 sejumlah 28 pasien.

“Pasien DB tersebut didominasi anak-anak usia 1 bulan sampai dengan 14 tahun,” katanya Selasa (13/1/2015)

Dia melanjutkan, dari total pasien penderita demam berdarah sebanyak 135 pasien tersebut, satu diantaranya meninggal dunia. “Pasien yang meninggal dunia adalah anak usia delapan tahun warga Desa Kutukan, Kecamatan  Randublatung,” ungkap Era.

Menurutnya, dari total 26 ruang perawatan anak yang terdiri dari kelas 1,2,3, dan kelas teladan tidak mampu menampung pasien. Sehingga pihak RSU harus menyiapkan tambahan 6 ekstra bed bagi pasien.

Jika ruang yang disediakan penuh, Era melanjutkan,  pihaknya  menitipkan  pasien  anak di ruang lain semisal ruang dewasa. “Kami tidak boleh menolak pasien meskipun jumlah pasien DB sampai over load. Oleh sebab itu, kami menyediakan ruang tambahan untuk pasien demam berdarah,” katanya.

Baca Juga :   Paguyuban Kades dan Tripatra Tak Capai Kesepakatan

Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadia kejadian luar biasa (KLB) seperti yang terjadi di RSU, Rumah Sakit PKU Muhammadiayah Cepu telah menyediakan ruangan tambahan ruangan dan tambahan bangsal.

“Kami sudah mempersiapkan KLB dengan menambah  ruangan  bangsal,”  kata Cwanarko,  Humas RS PKU Muhammadiyah Cepu.

Dia mengakui, saat di beberapa rumah sakit di Cepu banyak pasien penderita DB, untuk itu kata Koko, panggilan akrabnya, telah persiapan yang matang.

Untuk minggu ini, lanjutnya, jumlah pasien DB mencapai 8 pasien, semuanya adalah pasien anak-anak. Dari jumlah tersebut menurut Koko tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan pasien, mengingat musim penghujan yang memicu pertumbuhan nyamuk DB masih terjadi.

“Untuk sementara masih teratasi, namun, persiapan masih harus tetap dilakukan,” tuturnya.

Dari 17 bangsal untuk anak di Rumah sakit tersebut, 100 persen penuh terisi pasien dengan kasus beragam. Selain DB, sebagian besar pasien menderita Diare dan ISPA. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *