SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrsi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, segera membuka pelatihan untuk 12 ribu calon tenaga kerja (Naker) pada 19 Januari 2015 mendatang. Meskipun begitu, Disnakertransos sudah mulai menerima pendaftaran bagi warga Bojonegoro yang ingin mengikuti pelatihan.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Joko Susanto, Â menyampaikan, ada sebanyak 22 pelatihan kewirausahaan dan 12 sertifikasi yang disediakan. Rata-rata pelatihan dan sertifikasi tersebut diperuntukan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro yang berusia produktif yakni antara 18 sampai 35 tahun.
“Tidak ada batasan jumlah pesertanya, siapa saja boleh ikut,” tandas Joko kepada suarabanyuurip.com, Selasa (13/1/2015).
Dia menyampaikan, pelatihan dan sertifikasi ini menggunakan anggaran APBD tahun 2015 sejumlah Rp9,5 miliar. Program ini juga bertujuan untuk mengantisipasi pengangguran dari Blok Cepu sebanyak 6000 tenaga kerja proyek konstruksi Banyuurip yang habis masa kontraknya pada Pebruari mendatang.
“Kami berharap, setelah pekerjaan di Blok Cepu selesai mereka bisa mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini meski non migas,” imbuhnya.
Pelatihan yang bisa diikuti oleh masyarakat di antaranya potong rambut, service otomotif, las listrik, pembuatan bakso, pembuatan mie ayam, service Hp, service elektro, aneka kue, menjahit, bordir, sablon, pijat, rias penganten, pengolahan hasil pertanian, pembuatan sate, pembuatan pupuk organik, operator komputer, bercocok tanam, baby sitter, perawat lansia, linting rokok.
“Sementara pelatihan yang bersertifikasi di antaranya cleaning service, wellding, pertukangan, tata boga, perhotelan, pengolahan hasil pertanian, mesin produksi, service AC, operator komputer, garmen, rias penganten, tekhnik instalasi listrik,” pungkas Joko.(rien)