Petani Lamongan Bebas Beli Solar

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan Musim tanam kali ini para petani di Lamongan, Jawa Timur agaknya akan lebih mudah mendapatkan solar untuk bercocok tanam seiring kelonggaran yang diberlakukan SPBU dalam pembelian solar.

Sejak turunnya harga BBM dua minggu lalu,pembelian premium dan solar agaknya diobral oleh pengelola SPBU. Buktinya petani yang biasanya dibatasi kuota pembelian solar kini tidak lagi. Mereka bebas membeli berapapun yang dibutuhkan.

“Sejak harga BBM turun kelihatannya sudah tidak ada lagi pembatasan pembelian dengan jirigen,“ kata operator SPBU Babat Nanang kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (13/1/2015)

Saat petani datang membeli solar dengan membawa beberapa jirigen berkapasitas besar selalu dilayani. Pembeli dengan membawa jirigen tidak saja dari wilayah Kecamatan Babat namun  banyak yang dari Kecamatan Sekaran dan Widang (Tuban).

Hal yang sama juga terjadi di SPBU Turi. Petugas SPBU selalu melayani berapapun solar yang dibutuhkan petani.

“Kalau dulu ada pembatasan pembelian solar jirigen. Kalau tidak salah 60 liter setiap pembeli. Sekarang lebih bebas,“ kata salah satu operator SPBU yang enggan menyebutkan namanya.

Baca Juga :   Pemdes Pelem Belum Ajukan Program CSR PEPC

Meski ada kelonggaran, pembelian solar jirigen petani saat ini relatif sedikit dibandingkan saat tanam musim kemarau lalu.

“Saat ini paling petani butuh hanya untuk bahan bakar traktor. Kalau musim kemarau kan juga untuk bahan bakar desel untuk mengalirkan air dari sumur atau sungai ke sawah,“ ungkapnya lagi.

Dibandingkan dengan saat musim kemarau, pembelian solar jirigen petani tinggal 50 persen. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *